TUGAS PRODUKTIF

TUGAS PRODUKTIF!!
1. Carilah IP Valid, IP Network dan IP Broadcast dari :
a.       202.168.1.6/25
b.      202.168.1.6/26
c.       202.168.1.6/27
d.      202.168.1.6/28
e.      202.168.1.6/29
f.        202.168.1.6/30

2. Jelaskan Pengertian dari IP Network dan IP Broadcast?
3. Jelaskan Pengertian dari Subnetting?

Jawab:

1. a. 202.168.1.6/25
-    Dalam Bilangan Biner IP 202.168.1.6 adalah 11001010.10101000.00000001.00000110, dengan cara, menghitungnya dalam rumus dasar merubah decimal ke biner :
27
26
25
24
23
22
21
20
128
64
32
16
8
4
2
1

Masukkan angka 1 dan 0 kedalam table tersebut, sehingga jumlahnya sesuai dengan bilangan desimal yang dicari, misalnya kita akan mencari biner dari 202 maka beri angka 1 pada kolom berikut sehingga angkanya genap 202, contoh:
1
1
0
0
1
0
1
0
128
64
32
16
8
4
2
1
Keterangan:     1 = Angka yang diambil hitungannya (hidup).
 0 = Angka yang tidak diambil hitungannya (Mati).
Jadi, Biner dari 202 = 11001010. Selanjutnya kerjakan seperti cara diatas,
1
0
1
0
1
0
0
0
128
64
32
16
8
4
2
1

0
0
0
0
0
0
0
1
128
64
32
16
8
4
2
1

0
0
0
0
0
1
1
0
128
64
32
16
8
4
2
1

maka didapatkan hasil biner dari IP keseluruhan 
202.168.1.6 = 11001010.10101000.00000001.00000110
Setelah mendapatkan Biner dari IP tersebut, kemudian mencari IP dari Subnetmask dari 202.168.1.6/25, IP 202.168.1.6 berada pada kelas C maka Subnetmasknya yaitu 255.255.255.0 namun Netmasknya berada pada /25, berarti subnetmasknya adalah 255.255.255.128, didapat dengan cara merubahnya dalam biner terlebih dahulu.
255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit)  
Jumlah Bit keseluruhan adalah 32 Bit, /25 maksudnya berada pada 25 bit, maka
255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.1000000 (25 bit)

Nah, Sekarang kita telah mendapatkan angka biner dari IP tersebut serta subnetmasknya, selanjtunya mencari IP Network dan IP Broadcast dari IP tersebut.
Mencari IP Network:
11001010.10101000.00000001.00000110       = 202.168.1.6
11111111.11111111.11111111.10000000 AND = /25       
11001010.10101000.00000001.00000000       = 202.168.1.0 (IP Network)
Gerbang AND ialah Hanya jika kedua data yg dimasukkan itu 1 maka keluarannya 1.
   
Mencari IP Broadcast:
11001010.10101000.00000001.00000000       = 202.168.1.0
00000000.00000000.00000000.01111111 OR   = /25 (Kebalikannya  1 jadi 0, 0 jadi 1)
11001010.10101000.00000001.01111111       = 202.168.1.127 (IP Broadcast)
Gerbang OR ialah jika Salah satu data yg dimasukkan itu 1 maka keluarannya 1.
(Dalam Mencari IP Broadcast, Subnetmasknya dibalik)


Jadi,
IP Network   = 0
IP Broadcast = 127
IP Valid = 2x – 2 (dimana x = Jumlah keseluruhan Bit – Jumlah /bit yang digunakan)
                   2x – 2 (32-25=7)
                   27 – 2 = 126
Maka IP yg dapat digunakan adalah 202.168.1.1 s/d 202.168.1.126


b. 202.168.1.6/26

11001010.10101000.00000001.00000110         = 202.168.1.6
11111111.11111111.11111111.11000000 AND    = /26       
11001010.10101000.00000001.00000000         = 202.168.1.0 (IP Network)
00000000.00000000.00000000.00111111 OR        = /26 (kebalikan)      
11001010.10101000.00000001.00111111         = 202.168.1.63 (IP Broadcast)

Jadi,
IP Network   = 0
IP Broadcast = 63
IP Valid = 2x – 2 (32-26=6)
                    2 6 – 2 = 62
Maka IP yg dapat digunakan adalah 202.168.1.1 s/d 202.168.1.62
  

 c. 202.168.1.6/27

11001010.10101000.00000001.00000110         = 202.168.1.6
11111111.11111111.11111111.11100000 AND      = /27       
11001010.10101000.00000001.00000000         = 202.168.1.0 (IP Network)
00000000.00000000.00000000.00011111 OR        = /27 (kebalikan)      
11001010.10101000.00000001.00011111         = 202.168.1.31 (IP Broadcast)

Jadi,
IP Network   = 0
IP Broadcast = 31
IP Valid = 2x – 2 (32-27=5)
                    2 5– 2 = 30
Maka IP yg dapat digunakan adalah 202.168.1.1 s/d 202.168.1.30
  

d. 202.168.1.6/2

11001010.10101000.00000001.00000110         = 202.168.1.6
11111111.11111111.11111111.11110000 AND    = /28       
11001010.10101000.00000001.00000000         = 202.168.1.0 (IP Network)
00000000.00000000.00000000.00001111 OR        = /28 (kebalikan)      
11001010.10101000.00000001.00001111         = 202.168.1.15 (IP Broadcast)

Jadi,
IP Network   = 0
IP Broadcast = 15
IP Valid = 2x – 2 (32-28=4)
                    2 4– 2 = 14
Maka IP yg dapat digunakan adalah 202.168.1.1 s/d 202.168.1.14



e. 202.168.1.6/29

11001010.10101000.00000001.00000110         = 202.168.1.6
11111111.11111111.11111111.11111000 AND    = /29       
11001010.10101000.00000001.00000000         = 202.168.1.0 (IP Network)
0000000.00000000.00000000.00000111 OR           = /29 (kebalikan)      
11001010.10101000.00000001.00000111         = 202.168.1.7 (IP Broadcast)

Jadi,
IP Network   = 0
IP Broadcast = 7
IP Valid = 2x – 2 (32-29=3)
                    2 3– 2 = 6
Maka IP yg dapat digunakan adalah 202.168.1.1 s/d 202.168.1.6


f. 202.168.1.6/30

11001010.10101000.00000001.00000110         = 202.168.1.6
11111111.11111111.11111111.11111100 AND    = /30     
11001010.10101000.00000001.00000100         = 202.168.1.4 (IP Network)
00000000.00000000.00000000.00000011 OR        = /30 (kebalikan)      
11001010.10101000.00000001.00000111         = 202.168.1.7 (IP Broadcast)

Jadi,
IP Network   = 4
IP Broadcast = 7
IP Valid = 2x – 2 (32-30=2)
                    2 2– 2 = 2
Maka IP yg dapat digunakan adalah 202.168.1.5 s/d 202.168.1.6



 1. IP Network adalah IP yang paling pertama pada sebuah IP contohnya IP kelas C 192.168.1.1 IP networknya 192.168.1.0 biasanya IP Network diartikan sebagai Segmen jaringan, dengan kata lain bisa disebut juga sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network tentu akan sama.
IP Broadcast adalah IP yang paling pertama pada sebuah IP contohnya IP kelas C 192.168.1.1 IP networknya 192.168.1.0 atau merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
Alamat broadcast IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data “satu-untuk-semua”. Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada 4 (empat) buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

a.Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.

b.Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.

c.All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.
Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.

d.Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.
Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.


  3. Pengertian singkat tentang Subnetting dan Perhitungannya,
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah anda miliki atau Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.

Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.
Dengan kelas-kelas IP address standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.







Dua alasan utama melakukan subnetting:

1. Mengalokasikan IP address yang terbatas supaya lebih efisien. Jika internet terbatas oleh alamat-alamat di kelas A, B, dan C, tiap network akan memliki 254, 65.000, atau 16 juta IP address untuk host devicenya. Walaupun terdapat banyak network dengan jumlah host lebih dari 254, namun hanya sedikit network (kalau tidak mau dibilang ada) yang memiliki host sebanyak 65.000 atau 16 juta. Dan network yang memiliki lebih dari 254 device akan membutuhkan alokasi kelas B dan mungkin akan menghamburkan percuma sekitar 10 ribuan IP address.
2.  Alasan kedua adalah, walaupun sebuah organisasi memiliki ribuan host device, mengoperasikan semua device tersebut di dalam network ID yang sama akan memperlambat network. Cara TCP/IP bekerja mengatur agar semua komputer dengan network ID yang sama harus berada di physical network yang sama juga. Physical network memiliki domain broadcast yang sama, yang berarti sebuah medium network harus membawa semua traffic untuk network. Karena alasan kinerja, network biasanya disegmentasikan ke dalam domain broadcast yang lebih kecil – bahkan lebih kecil – dari Class C address.

Subnets

Subnet adalah network yang berada di dalam sebuah network lain (Class A, B, dan C). Subnets dibuat menggunakan satu atau lebih bit-bit di dalam host Class A, B, atau C untuk memperlebar network ID. Jika standar network ID adalah 8, 16, dan 24 bit, maka subnet bisa memiliki panjang network ID yang berbeda-beda.



Gambar di Picture 1 menunjukkan sebuah network sebelum dan sesudah subnetting diaplikasikan. Di dalam jaringan yang tidak subnetkan, network ditugaskan ke dalam Address di Class B 144.28.0.0. Semua device di dalam network ini harus berbagi domain broadcast yang sama.
Di network yang ke dua, empat bit pertama host ID digunakan untuk memisahkan network ke dalam dua bagian kecil network – diidentifikasikan dengan subnet 16 dan 32. Bagi dunia luar (di sisi luar router), kedua network ini tetap akan tampak seperti sebuah network dengan IP 144.28.0.0. Sebagai contoh, dunia luar menganggap device di 144.28.16.22 dimiliki oleh jaringan 144.28.0.0. Sehingga, paket yang dikirim ke device ini dikirim ke router di 144.28.0.0. Router kemudian melihat bagian subnet dari host ID untuk memutuskan apakah paket diteruskan ke subnet 16 atau 32.
Subnet Mask
Agar subnet dapat bekerja, router harus diberi tahu bagian mana dari host ID yang digunakan untuk network ID subnet. Cara ini diperoleh dengan menggunakan angka 32 bit lain, yang dikenal dengan subnet mask. Bit IP address yang mewakili network ID tampil dengan angka 1 di dalam mask, dan bit IP address yang menjadi host ID tampil dengan angka 0 di dalam mask. Jadi biasanya, sebuah subnet mask memiliki deretan angka-angka 1 di sebelah kiri, kemudian diikuti dengan deretan angka 0.

Sebagai contoh, subnet mask untuk subnet di Picture 1 – dimana network ID yang berisi 16 bit network ID ditambah tambahan 4-bit subnet ID – terlihat seperti ini:

11111111 11111111 11110000 00000000

Atau dengan kata lain, 20 bit pertama adalah 1, dan sisanya 12 bit adalah 0. Jadi, network ID memiliki panjang 20 bit, dan bagian host ID yang telah disubnetkan memiliki panjang 12 bit.

Untuk menentukan network ID dari sebuah IP address, router harus memiliki kedua IP address dan subnet masknya. Router kemudian menjalankan operasi logika AND di IP address dan mengekstrak (menghasilkan) network ID. Untuk menjalankan operasi logika AND, tiap bit di dalam IP address dibandingkan dengan bit subnet mask. Jika kedua bit 1, maka hasilnya adalah, Jika salah satu bit 0, maka hasilnya adalah 0.

Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh network address yang di hasilkan dari IP address menggunakan 20-bit subnet mask dari contoh sebelumnya.
144. 28. 16. 17.

IP address (biner) 10010000 00011100 00100000 00001001
Subnet mask 11111111 11111111 11110000 00000000
Network ID 10010000 00011100 00100000 00000000

144. 28. 16. 0

Jadi network ID untuk subnet ini adalah 144.28.16.0

Subnet mask, seperti juga IP address ditulis menggunakan notasi desimal bertitik (dotted decimal notation). Jadi 20-bit subnet mask seperti contoh diatas bisa dituliskan seperti ini: 255.255.240.0
Subnet mask:
11111111 11111111 11110000 00000000
255. 255. 240. 0.

Jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address. Sebuah subnet mask tidak mewakili sebuah device atau network di internet. Cuma menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID. Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255, 255 bukanlah octet yang valid untuk IP address class.

Aturan-aturan Dalam Membuat Subnet mask

1. Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Sehingga, octet pertama dari subnet pasti 255.
2. Angka maximal untuk network ID adalah 30 bit. Anda harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.
3. Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 9 bit.

Binary Octet Decimal
00000000 0
10000000 128
11000000 192
11100000 224
11110000 240
11111000 248
11111100 252
11111110 254
11111111 255
Private dan Public Address

Host apapun dengan koneksi langsung ke internet harus memiliki IP address unik global. Tapi, tidak semua host terkoneksi langsung ke internet. Beberapa host berada di dalam network yang tidak terkoneksi ke internet. Beberapa host terlindungi firewall, sehingga koneksi internet mereka tidak secara langsung.

Beberapa blok IP address khusus digunakan untuk private network atau network yang terlindungi oleh firewall. Terdapat tiga jangkauan (range) untuk IP address tersebut seperti di tabel berikut ini. Jika anda ingin menciptakan jaringan private TCP/IP, gunakan IP address di tabel ini.
CIDR Subnet Mask Address Range
10.0.0.0/8 255.0.0.0 10.0.0.1 – 10.255.255.254
172.16.0.0/12 255.255.240.0 172.16.1.1 – 172.31.255.254
192.168.0.0/16 255.255.0.0 192.168.0.1 – 192.168.255.254


 Jika ingin File Wordnya,,, Silahkan Download DISINI.
Info

Riwayat Hidup

Nama : Andi Awal
Jenis kelamin : LAKI-LAKI
Tempat, tanggal lahir : Pinrang, 06 januari 1993 Kewarganegaraan : Indonesia
Status perkawinan : Belum Nikah
Agama : Islam
Alamat lengkap : Jl. Tamalate V. No.16
Telepon / HP : 085241817881

Pendidikan Formal

SDN 034 Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia SMPN 21 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
SMPN 2 Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
SMK TRI TUNGGAL "45" Mks, Sul-sel, Indonesia